Warga Bergas Keluhkan Jalan Rusak Akibat Aktivitas Truk Tambang, GRIB Jaya Siap Kawal Perbaikan

- Kontributor

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Semarang, Jurisinvestigasi.com – Warga Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah akibat tingginya aktivitas truk pengangkut material tambang yang melintas setiap hari. Kerusakan jalan tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai.

Dalam dialog bersama warga di lokasi pada Jumat (12/6/2026) sore, terungkap bahwa jalan yang menjadi akses keluar-masuk kendaraan tambang mengalami kerusakan serius. Selain menimbulkan kemacetan, debu yang dihasilkan juga dinilai mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat sekitar.

Salah satu warga, Riyanto, mengatakan bahwa kondisi jalan terus memburuk akibat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas.

“Keluhan ini sudah bertahun-tahun. Jalan hanya ditambal sulam, tetapi tidak pernah diperbaiki secara menyeluruh,” ujar Riyanto.

Menurut Riyanto, sebagian besar kendaraan berat yang melintas diduga berasal dari aktivitas tambang yang keluar masuk melalui area PT AP. Masyarakat mengaku telah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada berbagai pihak, mulai dari RT, RW, pemerintah desa hingga pihak perusahaan, namun belum memperoleh solusi yang memuaskan.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Harapan kami pemerintah segera menindaklanjuti. Dulu jalan ini bagus, sekarang rusak karena aktivitas kendaraan berat. Tolong diperbaiki kembali,” kata Riyanto.

Selain kerusakan infrastruktur, warga juga menyoroti dampak lingkungan dan kesehatan akibat debu yang ditimbulkan kendaraan tambang.

Menanggapi keluhan tersebut, Dodi selaku perwakilan GRIB Jaya Kabupaten Semarang menyatakan siap mendampingi dan mengawal aspirasi masyarakat hingga mendapatkan penyelesaian yang konkret.

“Kami dari GRIB Jaya hadir untuk masyarakat. Kami akan membantu sepenuh tenaga dan mengawal keluhan warga yang merasa dirugikan oleh aktivitas usaha yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar,” tegas Dodi.

Ia juga meminta para pelaku usaha untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi turut memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak aktivitas usaha mereka.

“Kalau mencari keuntungan di wilayah ini, masyarakat sekitar juga harus diperhatikan. Jangan sampai jalan rusak, debu bertebaran, dan warga yang menanggung dampaknya,” ujarnya.

GRIB Jaya menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah nyata dari pihak terkait dalam memperbaiki jalan dan mengurangi dampak aktivitas kendaraan berat terhadap masyarakat.

Beberapa hari terakhir, ruas Jalan PTP Ngobo, Waringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, viral di berbagai akun media sosial. Warga terdampak melakukan aksi protes dengan menaruh batu serta menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan yang rusak parah.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga karena hingga saat ini belum ada tindakan nyata, baik dari perusahaan tambang, dinas terkait, maupun Pemerintah Kabupaten Semarang untuk menangani kerusakan jalan yang semakin memburuk.

Masyarakat berharap adanya langkah cepat dan konkret dari seluruh pihak terkait agar kerusakan jalan segera diperbaiki dan dampak aktivitas kendaraan berat terhadap lingkungan serta keselamatan warga dapat diminimalkan.

Miftah (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurisinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curanmor di Kost Mekar Sari Terungkap, SRN Sopir yang Mengaku Anggota TNI Diamankan
Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya
Dituduh Melakukan Pemerasan Saat Terima Konsultasi Izin Kandang Ayam, Sugiyono Laporkan Dugaan Penghasutan dan Penganiayaan
Satreskrim Polres Sukoharjo Bongkar Kasus Curat Motor, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman
Dari Masjid Baiturrahman, Kapolresta Pati Gaungkan “Tetep Seduluran Saklawase”
Banjir Rendam Kampung Pondok Menteng RT 04/RW 02 Desa Citapen, Warga Soroti Minimnya Perhatian Pemerintah
Boss perusahaan Kembang Gula Gita Madu Sweet Mengajak Makan Bersama Dengan Staffnya di Grand Opening Resto Barunya 
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Curanmor di Kost Mekar Sari Terungkap, SRN Sopir yang Mengaku Anggota TNI Diamankan

Selasa, 29 September 2026 - 20:21 WIB

Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya

Selasa, 29 September 2026 - 19:28 WIB

Dituduh Melakukan Pemerasan Saat Terima Konsultasi Izin Kandang Ayam, Sugiyono Laporkan Dugaan Penghasutan dan Penganiayaan

Selasa, 29 September 2026 - 11:37 WIB

Satreskrim Polres Sukoharjo Bongkar Kasus Curat Motor, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Senin, 28 September 2026 - 13:56 WIB

Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

Berita Terbaru