Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

- Kontributor

Senin, 28 September 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI, Jurisinvestigasi.com – Kehidupan tidak dapat dipisahkan dari hubungan manusia dengan sesama dan alam. Dari pemikiran tersebut, Padepokan Paku Bumi Gus Alif Sabdodadi “Alam Sejati”

Menempatkan prinsip “Nguripi lan Ngayomi” sebagai pesan utama, dalam membangun nilai kehidupan.

Pendiri padepokan, Agus Kliwir menjelaskan bahwa “Nguripi lan Ngayomi” mengandung pesan sederhana, namun mendalam

Manusia hendaknya mampu menghidupi, sekaligus mengayomi kehidupan di sekitarnya.

“Setiap keberadaan seharusnya membawa manfaat. Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri

Tetapi juga bagaimana bisa memberikan kehidupan dan menjaga orang lain,” ungkap Agus Kliwir, Jumat (25/9/2026).

Ia menyebut “Nguripi” memiliki makna menghadirkan manfaat, sedangkan “Ngayomi” mengandung nilai perlindungan, kepedulian dan rasa aman.

Dalam konsep Alam Sejati, manusia dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang tidak berdiri sendiri.

Hubungan dengan lingkungan, budaya dan masyarakat perlu dijaga, agar kedepan tetap seimbang.

Karena itu, simbol bumi, akar, wayang dan berbagai ornamen tradisional Jawa digunakan sebagai bagian dari identitas padepokan.

Akar menjadi gambaran pentingnya memiliki dasar yang kuat, sedangkan bumi menjadi simbol kehidupan yang harus dirawat bersama.

Menurut Agus Kliwir, kemajuan kehidupan tidak seharusnya membuat manusia menjauh dari nilai-nilai kebersamaan.

Justru ketika seseorang semakin kuat, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga lingkungan dan sesama.

“Prinsipnya sederhana, jangan hanya ingin dihidupi, tetapi juga belajar menghidupi. Jangan hanya ingin dilindungi, tetapi juga mampu mengayomi,” tambahnya.

Filosofi tersebut, bisa diharapkan menjadi pengingat bahwa keseimbangan kehidupan lahir dari sikap saling menghormati, peduli dan memberikan manfaat.

Alam Sejati pun membawa pesan bahwa manusia boleh memiliki cita-cita tinggi, namun tetap harus memiliki akar nilai

Untuk menjaga keseimbangan, dan tidak kehilangan rasa kemanusiaan”, pungkasnya.

Baca Juga:  Klarifikasi dan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Cilosari

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurisinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gudang Pantok Wetan Diduga Jadi Lokasi Pengoplosan LPG Subsidi, Aktivitas Disebut Berlangsung Dini Hari
Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya
Dituduh Melakukan Pemerasan Saat Terima Konsultasi Izin Kandang Ayam, Sugiyono Laporkan Dugaan Penghasutan dan Penganiayaan
Satreskrim Polres Sukoharjo Bongkar Kasus Curat Motor, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Dari Masjid Baiturrahman, Kapolresta Pati Gaungkan “Tetep Seduluran Saklawase”
Banjir Rendam Kampung Pondok Menteng RT 04/RW 02 Desa Citapen, Warga Soroti Minimnya Perhatian Pemerintah
Boss perusahaan Kembang Gula Gita Madu Sweet Mengajak Makan Bersama Dengan Staffnya di Grand Opening Resto Barunya 
Konfrensi Pers Periode Agustus-September 2026, Sat Res Narkoba Polres Semarang Amankan Pasutri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 05:57 WIB

Gudang Pantok Wetan Diduga Jadi Lokasi Pengoplosan LPG Subsidi, Aktivitas Disebut Berlangsung Dini Hari

Selasa, 29 September 2026 - 20:21 WIB

Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya

Selasa, 29 September 2026 - 19:28 WIB

Dituduh Melakukan Pemerasan Saat Terima Konsultasi Izin Kandang Ayam, Sugiyono Laporkan Dugaan Penghasutan dan Penganiayaan

Selasa, 29 September 2026 - 11:37 WIB

Satreskrim Polres Sukoharjo Bongkar Kasus Curat Motor, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Senin, 28 September 2026 - 13:56 WIB

Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

Berita Terbaru