Pencarian Korban Tenggelam di Bengawan Solo Terus Berlanjut, Polisi Dirikan Posko Wilayah Tanon Sragen

- Kontributor

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sragen, Jurisinvestigasi.com  – Upaya pencarian terhadap seorang mahasiswa yang diduga tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Dukuh Gawan Kecamaran Tanon Sragen, terus dilakukan secara intensif oleh aparat kepolisian bersama tim gabungan.

Hingga Minggu malam (19/7/2026), korban bernama Irsad Rivai Musslih (19), warga Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, masih belum ditemukan setelah terseret derasnya arus sungai saat berenang bersama rekannya.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Tanon Iptu Priyatno, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di aliran Sungai Bengawan Solo, Dukuh Ngipang, Desa Gawan, Kecamatan Tanon.

Menurut Iptu Priyatno, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban semula bermain di tepi sungai bersama seorang rekannya sebelum akhirnya memutuskan untuk berenang.

Namun nahas, korban yang diduga tidak memiliki kemampuan berenang terseret arus sungai yang cukup deras.

“Rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat keduanya ikut hanyut. Beruntung saksi berhasil diselamatkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi setelah dilakukan upaya penyelamatan menggunakan pelampung darurat,” ujar Iptu Priyatno.

Rekan korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanon I untuk mendapatkan penanganan medis, sementara korban hilang dan diduga tenggelam di aliran Bengawan Solo.

Sejak menerima laporan, personel Polsek Tanon bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Sragen, Tim TRC, Damkar Kabupaten Sragen, Tim Medis, Inafis Polres Sragen, personel Samapta Polres Sragen, serta unsur relawan yang menyisir aliran sungai dari lokasi korban terakhir terlihat.

Posko pencarian juga telah didirikan di sekitar lokasi kejadian sebagai pusat koordinasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

Baca Juga:  Kapolda Jateng Pimpin Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tegal, Hampir Seribu Warga Nikmati Layanan Gratis

Meski demikian, proses pencarian menghadapi tantangan berat. Kondisi malam yang gelap serta karakteristik arus Bengawan Solo yang cukup kuat membuat penyisiran harus dilakukan dengan ekstra hati-hati demi keselamatan seluruh personel.

Kapolsek Tanon menegaskan pencarian akan kembali dilanjutkan secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan.

“Kami bersama seluruh unsur tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang di Sungai Bengawan Solo, terutama pada titik-titik yang memiliki arus deras dan kedalaman yang berbahaya,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama di musim dengan debit air yang masih tinggi.

Aparat kepolisian mengajak seluruh warga agar selalu mengutamakan keselamatan serta menghindari aktivitas yang berisiko di sungai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Polres Sragen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurisinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Hari Pencarian, Pemuda Tenggelam di Bengawan Solo Sragen Ditemukan Meninggal, Operasi Pencarian Polsek Tanon dan Tim Gabungan Resmi Ditutup
Saling Lapor, Dua Orang Pak Ogah (Supeltas) dan Pemilik Akun TikTok Kang Margo Sukowati Ditetapkan Sebagai Tersangka
“Jika Dibiarkan, Wibawa Hukum di Serang Dipertaruhkan”: Dugaan Pelanggaran HGU, IPAL, UMR, dan BPJS Selama Puluhan Tahun
Sidang Etik Bripka Dwi Afandi Tuai Sorotan, Perbedaan Keterangan Soal Dugaan Penerimaan Uang Jadi Perdebatan
DPD PPWI Jateng Apresiasi Rencana Pembangunan RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara
Oknum Anggota Polri Dilaporkan dalam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap perempuan, Polres Wonogiri Tegaskan Proses Hukum dan Kode Etik Berjalan Tegas
Pendampingan PK Bapas Pati Berhasil, Diversi Enam ABH di Rutan Kudus Capai Kesepakatan
Grand Final Bhayangkara Competition 2026 Meriah, Polrestabes Semarang Hadirkan Malam Penuh Tawa dan Kebersamaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Pencarian Korban Tenggelam di Bengawan Solo Terus Berlanjut, Polisi Dirikan Posko Wilayah Tanon Sragen

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

Dua Hari Pencarian, Pemuda Tenggelam di Bengawan Solo Sragen Ditemukan Meninggal, Operasi Pencarian Polsek Tanon dan Tim Gabungan Resmi Ditutup

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:32 WIB

Saling Lapor, Dua Orang Pak Ogah (Supeltas) dan Pemilik Akun TikTok Kang Margo Sukowati Ditetapkan Sebagai Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:38 WIB

“Jika Dibiarkan, Wibawa Hukum di Serang Dipertaruhkan”: Dugaan Pelanggaran HGU, IPAL, UMR, dan BPJS Selama Puluhan Tahun

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:26 WIB

Sidang Etik Bripka Dwi Afandi Tuai Sorotan, Perbedaan Keterangan Soal Dugaan Penerimaan Uang Jadi Perdebatan

Berita Terbaru