Bantah Dikaitkan dengan Kepentingan Kembali Jadi Pegawai, Budiyono: “Itu Tidak Benar”

- Kontributor

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAWA TENGAH, Jurisinvestigasi.com — Dr. Budiyono, S.H., M.H., CPM, menyiapkan langkah hukum dengan rencana melaporkan Siwi Peni, Direktur SDM PT Perkebunan Nusantara I (Persero), ke Polda Jawa Tengah

Langkah tersebut berkaitan dengan pernyataan yang menurut Budiyono mengaitkan pendampingannya terhadap karyawan PTPN I dengan kepentingan untuk kembali menjadi pegawai perusahaan.

Budiyono membantah tegas anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pendampingan terhadap karyawan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai advokat untuk memperjuangkan hak-hak karyawan, bukan untuk mendapatkan kembali posisi di lingkungan PTPN I.

“Saya mendampingi karyawan sebagai advokat. Kalau perjuangan saya dikaitkan dengan keinginan agar saya kembali diangkat sebagai pegawai PTPN, itu tidak benar.Pengabdian saya telah selesai pada 1 Juli 2026,” tegas Budiyono saat bertemu sejumlah awak media di RM Selasih, Kamis (27/8/2026).

Budiyono menilai informasi mengenai dirinya harus disampaikan secara utuh berdasarkan fakta dan bukti.

Ia menyatakan pengaitan aktivitas profesionalnya sebagai advokat dengan kepentingan untuk kembali menjadi pegawai berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru terhadap dirinya.

Karena itu, Budiyono menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum dan akan menyerahkan penilaian mengenai dugaan pelanggaran hukum kepada aparat penegak hukum berdasarkan bukti serta proses pemeriksaan.

“Kalau ada persoalan, mari disampaikan berdasarkan fakta dan bukti. Jangan sampai komunikasi yang tidak utuh membuat orang saling curiga, saling menyalahkan, bahkan terpecah,” Ujarnya.

Budiyono menegaskan langkah hukum tersebut bukan untuk memperuncing persoalan, melainkan untuk memperoleh kejelasan dan memastikan setiap pihak menghormati fakta, bukti, serta mekanisme hukum yang berlaku.

Disamping terkait dugaan Pencemaran nama baik maupun fitnah ini,Budiyono juga akan melaporkan Siwi Peni ke Dirkrimsus Polda Jawa Tengah terkait dugaan tindak pidana kejahatan berupa pembayaran upah pekerja perkebunan PTPN I (Persero) Regional 3 dibawah Upah Minimum Kab/Kota Jawa Tengah sebagaimana telah di atur dalam Undang-Undang No. 6 tahun 2023 Pasal 88 E ayat (2) jo Pasal 42 ayat (2).

Baca Juga:  Dugaan Pengarahan Pembelian Seragam di SMKN 1 Pati Disorot, Biaya Paket Capai Rp1,7 Juta

Siwi Peni Belum Berikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan pada hari sabtu, 29 Agustus 2026, Siwi Peni belum memberikan tanggapan atas pernyataan Budiyono maupun rencana pelaporan ke Polda Jawa Tengah.

Konfirmasi kepada pihak Siwi Peni telah diupayakan untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan sekaligus memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang disebut.

Penjelasan dari Siwi Peni maupun manajemen PTPN I masih dinantikan dan berita ini terbuka untuk diperbarui apabila terdapat keterangan resmi.

Budiyono menyatakan akan tetap menempuh setiap langkah melalui koridor hukum dan meminta seluruh pihak tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Apakah pernyataan yang dipersoalkan tersebut memenuhi unsur pencemaran nama baik, fitnah, atau pelanggaran hukum lainnya merupakan hal yang akan ditentukan berdasarkan isi pernyataan, konteks, bukti, serta proses hukum yang berlaku.

(Timsus JATENG & DIY-Melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurisinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pererat Kemitraan dengan Pemkab Pati, SMSI Gelar Audiensi dengan Diskominfo
Korban Alami Luka Serius dan Mobil Innova Rusak, Keluarga Mendesak Pengusutan Menyeluruh atas Peristiwa di Depan Lotte Mart Gayamsari
Diduga Meminta Sejumlah Uang, Dua Anggota Polda Jambi di Laporkan Divpropam Polri
Kurang dari 1×24 Jam, Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Ungkap Pencurian Mobil di Gereja Kartasura
Galian Pasir Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Lahan Pertanian Terancam Rusak
Dugaan Pungli di Timbangan Tolongas Sumedang Mencuat, Sejumlah Truk Diduga Jadi Objek Pungutan dan Dibiarkan Lolos Meskipun Beban Melebihi Batas
Jelang Pilkades 2026, Romo Dr. Agustinus Ajak Masyarakat Manggarai Jaga Sitkamtibmas
Berita ini 165 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Pererat Kemitraan dengan Pemkab Pati, SMSI Gelar Audiensi dengan Diskominfo

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Korban Alami Luka Serius dan Mobil Innova Rusak, Keluarga Mendesak Pengusutan Menyeluruh atas Peristiwa di Depan Lotte Mart Gayamsari

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Diduga Meminta Sejumlah Uang, Dua Anggota Polda Jambi di Laporkan Divpropam Polri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kurang dari 1×24 Jam, Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Ungkap Pencurian Mobil di Gereja Kartasura

Berita Terbaru

NASIONAL

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:56 WIB