Purbalingga, Jurisinvestigasi.com – Pemerintah Kecamatan Kalimanah menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan pondok pesantren sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kalimanah, Harsono, S.H., saat mewakili Camat Kalimanah dalam Pengajian Umum memperingati Haul ke-24 Romo Kyai Abdullah Rosyid, pendiri (Muassis) API Pondok Pesantren Roudlatul ‘Arifin di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (25/7/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks API Pondok Pesantren Roudlatul ‘Arifin itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, pengurus Nahdlatul Ulama (NU), pemerintah desa, serta ribuan santri dan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga.
Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir di antaranya Sekcam Kalimanah Harsono, S.H. mewakili Camat Kalimanah, Kapolsek Kalimanah, Danramil Kalimanah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purbalingga, Ketua Pengurus Ranting NU Desa Blater, Kepala Desa Blater, serta para alim ulama dan tokoh agama NU se-Kabupaten Purbalingga.
Dalam sambutannya, Harsono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya haul yang dinilai menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
“Pemerintah Kecamatan Kalimanah sangat mengapresiasi dan memandang penting sinergitas antara ulama, umara, serta pondok pesantren. Kegiatan seperti Haul ke-24 Romo Kyai Abdullah Rosyid ini menjadi sarana silaturahmi yang sangat berharga untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah,” ujar Harsono.
Ia menegaskan, pondok pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai benteng pembinaan akhlak serta pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, pesantren menjadi wadah yang efektif dalam mencetak santri yang berakhlakul karimah, memiliki wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan siap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Puncak peringatan haul diisi dengan Mauidhoh Chasanah yang disampaikan oleh KH. Mudrik Chudlori dari Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi pondok pesantren sebagai lembaga yang melahirkan generasi penerus bangsa yang saleh dan salehah, berpegang teguh pada ajaran agama, serta mampu membawa manfaat bagi masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tahlil bersama untuk mendoakan almarhum Romo Kyai Abdullah Rosyid, sambutan dari para tamu undangan, penyampaian tausiyah, dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta kemakmuran masyarakat Desa Blater dan Kabupaten Purbalingga.






