Dua Hari Pencarian, Pemuda Tenggelam di Bengawan Solo Sragen Ditemukan Meninggal, Operasi Pencarian Polsek Tanon dan Tim Gabungan Resmi Ditutup

- Kontributor

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN, Jurisinvestigasi.com  – Setelah berpacu dengan waktu selama hampir dua hari, operasi pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, akhirnya membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Irsad Rivai Musslih (19) dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/7) malam. Penemuan tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur penyelamat dan kepolisian.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Tanon Iptu Priyatno menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 20.20 WIB setelah warga melaporkan adanya sesosok tubuh mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo.

Menerima informasi tersebut, Tim Rescue SAR bersama personel gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi ke Posko SAR sebelum dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk menjalani pemeriksaan medis.

Dalam operasi tersebut, personel Pamapta Polres Sragen turut berperan aktif sejak hari pertama dengan memperkuat pengamanan lokasi kejadian, membantu proses pencarian bersama tim SAR, mengatur area sekitar posko agar tetap kondusif, serta memberikan dukungan dalam proses evakuasi hingga penanganan jenazah.

Sementara itu, Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen langsung melakukan identifikasi terhadap korban serta melaksanakan pemeriksaan bersama dokter RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen guna memastikan penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam.

Peristiwa nahas itu bermula pada Minggu (19/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya menghabiskan waktu di tepian Sungai Bengawan Solo di Dukuh Ngipang, Desa Gawan.

Karena cuaca yang cukup terik, korban memutuskan turun ke sungai untuk berendam. Meski diketahui tidak memiliki kemampuan berenang, korban tetap masuk ke air dan kemudian disusul salah seorang rekannya yang berusaha mendampingi.

Baca Juga:  Polantas Menyapa, Personel Satlantas Polres Karanganyar Laksanakan Pendampingan Tes Drive Roda Dua bagi Pemohon SIM

Namun nahas, korban terpeleset dan terseret derasnya arus sungai. Rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun justru ikut terbawa arus.

Berkat kesigapan warga yang melempar pelampung darurat dan memberikan bantuan langsung, rekannya berhasil diselamatkan, sedangkan korban menghilang di bawah permukaan air.

Sejak laporan diterima, Polsek Tanon bergerak cepat bersama Basarnas Surakarta, BPBD Kabupaten Sragen, Tim SAR WKO Kedungombo, Damkar, TRC, personel Pamapta Polres Sragen, Tim Inafis, tenaga medis serta relawan dan masyarakat dengan mendirikan Posko SAR di sekitar lokasi kejadian.

Operasi pencarian dilakukan secara intensif melalui penyisiran jalur air menggunakan perahu karet serta penyisiran darat di sepanjang bantaran Bengawan Solo.

Personel gabungan bekerja tanpa mengenal waktu, bergantian melakukan pencarian hingga malam hari dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan.

Setelah sekitar 29 jam pencarian, korban akhirnya ditemukan mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo.

Selanjutnya jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolsek Tanon Iptu Priyatno mengatakan keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan penolakan autopsi melalui surat pernyataan resmi. Setelah seluruh prosedur kepolisian selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Desa Gawan.

Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, BPBD, Tim SAR, Damkar, relawan, masyarakat, hingga personel Polres Sragen yang bekerja tanpa henti sampai korban berhasil ditemukan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang di Sungai Bengawan Solo, terutama pada lokasi yang memiliki arus bawah kuat dan kedalaman yang sulit diperkirakan. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tegas Iptu Priyatno.

Baca Juga:  Berita Dugaan Pungli di Satpas Polres Subang oleh Suarapribumi.co.id Bersifat Sepihak Tanpa Upaya Konfirmasi Kebenaran

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa Sungai Bengawan Solo menyimpan potensi bahaya yang tidak selalu tampak di permukaan. Berkat sinergi dan kerja keras seluruh unsur, termasuk personel Pamapta dan Tim Inafis Polres Sragen, proses pencarian hingga penanganan korban dapat berlangsung secara profesional, humanis, dan tuntas.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Polres Sragen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurisinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gudang Pantok Wetan Diduga Jadi Lokasi Pengoplosan LPG Subsidi, Aktivitas Disebut Berlangsung Dini Hari
Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya
Dituduh Melakukan Pemerasan Saat Terima Konsultasi Izin Kandang Ayam, Sugiyono Laporkan Dugaan Penghasutan dan Penganiayaan
Satreskrim Polres Sukoharjo Bongkar Kasus Curat Motor, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman
Dari Masjid Baiturrahman, Kapolresta Pati Gaungkan “Tetep Seduluran Saklawase”
Banjir Rendam Kampung Pondok Menteng RT 04/RW 02 Desa Citapen, Warga Soroti Minimnya Perhatian Pemerintah
Boss perusahaan Kembang Gula Gita Madu Sweet Mengajak Makan Bersama Dengan Staffnya di Grand Opening Resto Barunya 
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 05:57 WIB

Gudang Pantok Wetan Diduga Jadi Lokasi Pengoplosan LPG Subsidi, Aktivitas Disebut Berlangsung Dini Hari

Selasa, 29 September 2026 - 20:21 WIB

Pelapor Sebut Akun TikTok dan Facebook Diduga Sebarkan Foto serta Tuduhan yang Merugikan Nama Baiknya

Selasa, 29 September 2026 - 19:28 WIB

Dituduh Melakukan Pemerasan Saat Terima Konsultasi Izin Kandang Ayam, Sugiyono Laporkan Dugaan Penghasutan dan Penganiayaan

Selasa, 29 September 2026 - 11:37 WIB

Satreskrim Polres Sukoharjo Bongkar Kasus Curat Motor, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Senin, 28 September 2026 - 13:56 WIB

Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

Berita Terbaru