Jakarta, Jurisinvestigasi.com – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan World Philosophical Forum (WPF) University melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama Strategis yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Penandatanganan kesepakatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam sejak pukul 12.00 WIB tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan kolaborasi antara dunia jurnalisme warga dan pendidikan filsafat praktis di tingkat internasional.
Delegasi PPWI dipimpin langsung oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., didampingi Wakil Ketua III Bidang Urusan Internasional Abdul Rahman Dabboussi serta Wakil Sekretaris Jenderal Julian Caisar, S.Pd. Sementara dari pihak WPF University hadir Kanselir Internasional WPF University H.S.H. Dr. Muhammad Jesues Chrishna dan Chairman WPF University Cabang Jakarta Yohanes Nursalam, S.Pd.
Kerja sama tersebut dibangun atas dasar komitmen kedua lembaga untuk mempromosikan pendidikan kewarganegaraan global (Civic Education for Global Citizenship) yang sejalan dengan program dan inisiatif UNESCO. Melalui kemitraan ini, kedua pihak akan mengembangkan berbagai kegiatan akademik, riset bersama, seminar, konferensi intelektual, serta memperluas pengajaran filsafat praktis kepada masyarakat.
Salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut adalah peluncuran dan pengelolaan bersama program doktoral internasional Doctor of Scientific-Practical Philosophy (D.S.P.P.). Dalam program ini, PPWI mendapat mandat untuk membantu peningkatan kesadaran publik, penyebaran informasi, serta proses penyaringan dan perekrutan calon mahasiswa.
Program D.S.P.P. yang diselenggarakan WPF University bekerja sama dengan Princonser University, Peru, dirancang bagi para pendidik, pelatih, praktisi, jurnalis, aktivis, dan pemimpin perubahan. Program tersebut bertujuan menghasilkan penelitian dan disertasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan moral, sosial, dan ekologis yang dihadapi masyarakat global.
Seluruh tahapan akademik, mulai dari evaluasi riset, ujian, hingga sidang disertasi, akan berada di bawah pengawasan Dewan Pakar dan Dewan Akademik Global WPF University serta Princonser University guna memastikan standar akademik tetap terjaga.
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyambut baik terwujudnya kerja sama tersebut. Ia menyatakan bahwa kemitraan ini menjadi peluang besar bagi para pewarta warga dan kalangan intelektual Indonesia untuk memperluas wawasan berpikir berbasis etika universal.
“Kami di PPWI merasa sangat terhormat dan bersyukur atas terwujudnya kerja sama strategis ini. Ini adalah jembatan emas bagi para pewarta warga dan kaum intelektual di Indonesia untuk memperluas cakrawala berpikir berbasis etika universal. Kami berharap program D.S.P.P. ini dapat berjalan dengan sukses, melahirkan para doktor yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijaksana dalam bertindak demi kebaikan publik,” ujar Wilson Lalengke.
Hal senada disampaikan Kanselir WPF University, H.S.H. Dr. Muhammad Jesues Chrishna. Menurutnya, PPWI merupakan mitra yang tepat karena memiliki jaringan luas dan kemampuan dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.
“Kolaborasi antara jurnalisme warga dan filsafat praktis sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis moral yang dihadapi dunia saat ini. Kami berharap kemitraan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas tinggi di tingkat global,” katanya.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan tersebut, PPWI dan WPF University resmi memulai langkah bersama dalam mendorong pengembangan pendidikan tinggi yang transformatif serta membangun masyarakat global yang lebih bijaksana, adil, beretika, dan sejahtera.
Pewarta : Sakti. L







