Semarang, Jurisinvestigasi.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Reformasi Jilid II” di kantor PT Pertamina RJBT 4 yang berlokasi di Jalan Pemuda No. 114, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Senin (15/6/2026).
Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax serta distribusi gas elpiji subsidi 3 kilogram.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa membawa poster dan spanduk berisi tuntutan serta menyampaikan orasi secara bergantian di depan kantor perusahaan. Massa aksi menilai kenaikan harga Pertamax telah memicu peralihan pengguna ke BBM bersubsidi jenis Pertalite yang berakibat pada meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Koordinator lapangan aksi, Galih, menyatakan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari akibat waktu tunggu yang semakin panjang saat mengisi bahan bakar.
“Kenaikan harga Pertamax menyebabkan antrean Pertalite semakin panjang dan dapat menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Galih saat menyampaikan orasinya.
Selain isu BBM, mahasiswa juga menyoroti kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang masih terjadi di sejumlah daerah. Mereka mempertanyakan sistem distribusi yang dinilai belum merata sehingga kerap menimbulkan kekosongan stok di tingkat pangkalan maupun depo.
Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan PT Pertamina yang menemui massa aksi menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara terbuka dan tertib. Pihak perusahaan juga menyatakan memahami keresahan masyarakat yang disampaikan mahasiswa.
Namun demikian, Pertamina menjelaskan bahwa kebijakan terkait penetapan harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga tidak dapat diputuskan di tingkat regional.
“Kami berempati kepada teman-teman mahasiswa yang telah membawa aspirasi masyarakat kepada kami,” kata perwakilan Pertamina di hadapan peserta aksi.
Terkait kelangkaan gas elpiji subsidi, pihak Pertamina menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap proses distribusi di lapangan guna memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
Selama berlangsungnya aksi, aparat keamanan melakukan pengawalan untuk menjaga ketertiban. Demonstrasi berjalan damai dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.







