SEMARANG, Jurisinvestigasi.com – Kreativitas dan kepedulian lingkungan ditunjukkan oleh para ibu-ibu PKK RT 05 RW 15 Kelurahan Mukti Harjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Melalui kegiatan rutin bulanan, mereka mengumpulkan berbagai jenis barang bekas untuk diolah dan dijadikan sumber pendapatan melalui program Bank Sampah.
Kegiatan ini telah berlangsung sejak masa kepemimpinan ketua RT sebelumnya dan terus berjalan hingga kini. Setiap rumah tangga berpartisipasi dengan cara mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai jual, seperti kardus, botol plastik, kertas bekas, serta barang-barang daur ulang lainnya.
Menurut Ibu Norma Kartika, selaku Ketua RT 05 RW 15 Mukti Harjo Kidul, kegiatan Bank Sampah ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Kegiatan ini sudah lama berjalan dan menjadi kebiasaan positif warga kami. Selain menjaga kebersihan lingkungan, hasil penjualan barang bekas juga kami masukkan ke dalam kas RT,” ujar Ibu Kartika.
Sampah yang terkumpul setiap bulan kemudian disortir dan dipilah oleh ibu-ibu PKK untuk selanjutnya dijual kepada pengepul barang bekas atau rongsokan. Hasil dari penjualan tersebut dikelola secara transparan oleh pengurus RT dan dimasukkan langsung ke dalam kas RT guna mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ibu Solikin, salah satu penggerak dan pembimbing kegiatan ini, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari hasil penjualan sampah sering dimanfaatkan untuk kegiatan kebersamaan warga.
Lumayan, Mas. Uang hasil penjualan bisa menambah kas RT. Kalau sudah terkumpul cukup banyak, biasanya kami gunakan untuk kegiatan seperti toure atau rekreasi bersama seluruh warga, tanpa terkecuali,” ungkapnya dengan senyum.
Program Bank Sampah ini menjadi contoh nyata penerapan konsep ekonomi sirkular di tingkat masyarakat, di mana limbah rumah tangga tidak hanya dibuang, tetapi juga dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan nilai ekonomi serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan warga.
Kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Semarang dan sekitarnya dalam mendukung gerakan Semarang Bersih dan Hijau, sekaligus memperkuat solidaritas sosial antarwarga.
Dilansir dari rilisan Eyank putri Elly Widiastono SE, penasehat dari media Jejakkasus.info.







